Minggu, 22 November 2015

Kanker Serviks Stadium 1

Kanker Serviks Stadium 1 - Kanker serviks adalah kanker yang banyak menyerang wanita Indonesia setalah kanker payudara. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker nomber dua terbanyak yang menyerang wanita dunia. Bahkan diperkirakan 52 juta wanita di Indonesia berisiko kanker sedangkan 36% wanita penderita kanker adalah penderita kanker serviks.
Kanker serviks semakin bertambah penderitanya di Indonesia dikarenakan kanker serviks bersifat ganas dan sulit untuk dideteksi pada gejala awal, penderita baru ditemukan ketika sudah mengalami kanker serviks stadium lanjut. Selain itu kebanyakan wanita tidak mengerti mengenai gejala dan tanda kanker serviks.
Pada artikel kali ini kami akan membantu memberikan informasi mengenai kanker serviks. Pada tahapannya kanker serviks melalui proses stadium awal, stadium lanjut dan stadium akhir. Agar mengetahui apa saja gejala dan tanda kanker serviks pada stadium awal dan melakukan pencegahan dini.


Pengertian Kanker Serviks

Kanker serviks adalah penyakit yang berhubungan dengan leher rahim yaitu pada organ reproduksi wanita sebagai pintu masuk menuju rahim. Penyebab utama dari kanker rahim adalah human papilloma virus atau HPV yang menyerang leher rahim.
Kanker serviks merupakan penyakit yang membahayakan pada wanita akan tetapi tidak banyak wanita yang mengetahui mengenai tanda tanda kanker serviks . Inilah yang menyebabkan kanker serviks dikenal dengan sebutan "the silent killer" karena baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut.
Kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus) merupakan peringkat teratas kematian yang disebabkan kanker. Penyebab utama dari kanker adalah virus yag disebarkan melalui hubungan intim yang berbeda beda pasangan, hubungan dengan pasangan yang terinfeksi HPV . Selain itu penyebab dari kanker serviks dapat juga akibat radiasi atau terjadinya pencemaran bahan kimia.

Selain itu faktor risiko kanker rahim diantaranya adalah infeksi virus HPV, penyakit menular seksual, melakukan hubungan intim pada usia muda, berganti-ganti pasangan seks, pemakaian kontrasepsi, penyakit yang menyimpan sistem imun, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minuman beralkohol dan juga dapat dipicu karena faktor genetik.


Stadium Awal Kanker Serviks

Sel rahim yang terinfeksi membutuhkan beberapa tahun untuk mengalami perubahan hingga menjadi kanker serviks. Pada sel rahim yang abnormal dimana sel kanker dapat berkembang menjadi kanker disebut juga dengan cervical intra-epithelial neoplasia (CIN). Pada CIN yang yang disebut dengan istilah sel prekanker tidak ditangani lebih lanjut maka akan berisiko untuk berkembang menjadi kanker. Meskipun tidak semua wanita yang menderita CIN akan mengalami kanker.

Pada umumnya kanker serviks mengalami perkembangan meliputi displasia ringan selama 5 tahun, displasia sedang 3 tahun, displasia berat selama 1 tahun baru menjadi kanker stadium 0. Pada tahap pra kanker wanita yang terinfeksi kanker serviks tidak menimbulkan gejala, bahkan baru ditemukan setelah masuk pada stadium lanjut dan stadium akhir. Kanker serviks atau kanker leher rahim dibagi menjadi 5 stadium berdasarkan dengan ukuran tumor, penyebaran kanker di dalam dan juga leher rahim dan penetrasi leher rahim.

Pada stadium 0 atau dikenal dengan pra kanker terjadi pertumbuhan karsinoma yang berada pada jaringan epitel leher rahim. Selanjutnya berkembang menjadi stadium 1, pada stadium 1 pertumbuhan kanker terbatas pada leher rahim .Sedangkan pada stadium 1a, secara mikroskopis menginvasi jaringan dan ukuran kanker sudah masuk pada proses penyebaran awal. Masuklah pada stadium 1a2 dimana kedalaman invalasi lebih dari 3 mm dan kurang dari 5 mm lebar kurang dari 7mm. Sedangkan pada stadium 1b, terjadinya lesi yang berukuran besar yang terjadi pada stadium 1a. Sedangkan pada 1b mengalami ukuran tumor kurang dari 4 cm dan pada stadium 1b2 mengalami tumor kurang dari 4 cm.


Gejala Kanker Stadium Awal 

Kanker serviks adalah penyakit yang berhubungan dengan kondisi dimana wanita mengalami gangguan kesehatan pada leher rahim. Penyebab utamanya adalah HPV, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. 
Kanker serviks sulit ditemukan gejalanya, bahkan baru dapat diketahui ketika wanita mengalami kanker serviks stadium akhir. Inilah yang membahayakan dan menyebabkan risiko kematian. Pada stadium awal kanker serviks dapat disadari oleh penderita yaitu rasa sakit pada mulut rahim. Mekipun rasa sakit yang dialami tidak begitu sering akan tetapi semakin kanker serviks memasuki stadium lanjut maka akan terasa semakin sakit.

Selain itu kanker serviks dapat juga ditandai dengan pendarahan yang tidak normal. Pada wanita yang memiliki kanker serviks mengalami kondisi pendarahan yang tidak normal pada organ genital, pada rentan waktu satu bulan dapat terjadi pendarahan sedikit ataupun kondisi yang parah.
Wanita yang mengalami kanker serviks ditandai dengan keputihan yang abnormal. Wanita mengalami keputihan yang berbau, berwarna dan sangat berlendir. Sehingga sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter dikhawatirkan terjadi gangguan kesehatan reproduksi atau gejala awal dari kanker serviks.
Pada wanita yang seringkali mengalami nyeri panggul yang hebat bahkan di luar menstruasi, ini merupakan kondisi abnormal. Nyeri panggul disaat saat lain sehingga berjam-jam dan timbul rasa sakit yang ringan, tajam atau sangat parah bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Begitupula dengan pendarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan intim, tidak sedang menstruasi atau saat pemeriksaan panggul. Hal ini dapat disebabkan karena leher rahim mengalami iritasi. Pemeriksaan harus dilakukan meskipun tidak selamanya pendarahan yang dialami wanita setelah melakukan hubungan intim menjadi pertanda kanker serviks.


Pencegahan Kanker Serviks

Pengobatan yang dilakukan untuk kanker serviks stadium awal memang seringkali terabaikan. Hal ini dikarenakan penderita tidak mengalami gejala yang spesifik, beberapa penderita menduga hanya keluhan biasa.
Padahal dengan melakukan tes pap smear akan membantu untuk menemukan perubahan pada sel serviks sehingga dapat diketahui risiko kanker. Pemeriksaan Pap Smear yang teratur akan membantu dalam menunjukan perubahan sebelum berubah menjadi kanker. Inilah yang penting dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker di dalam leher rahim. Apabila ditemukan pemeriksaan pap smear yang abnormal maka dapat membantu untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Selain itu pengobatan kanker serviks dilakukan sesuai dengan stadium yang dialami oleh penderita. Sedangkan untuk pengobatan keseluruhan dapat dengan bedah atau jalan operasi mengangkat rahim atau pengangkatan kedua ovarium dan tuba fallopi. Kemudian dengan jalan kemoterapi dan selanjutnya dengan terapi radiasi. Bahkan dokter menyarankan untuk menggunakan kombinasi pengobatan sehingga dapat membantu penyembuhan.

Dengan demikin stadium awal kanker serviks yang seringkali tidak memberikan gejala pada penderita dapat diketahui dengan perubahan yang mengarah pada kondisi kesehatan wanita salah satunya adalah ketika wanita mengalami pendarahan di luar menstruasi, keputihan abnormal, sakit pinggul diluar menstruasi dan mengalami sakit mulut rahim. Untuk melakukan pencegahan sebaiknya dilakukan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi dini sel kanker yang berada di leher rahim.

Kanker serviks stadium 4

Kanker serviks stadium 4 adalah salah satu fase tertinggi dari kategori kanker serviks. Kondisi kanker seviks ini sudah masuk dalam tahap stadium lanjut. Salah satu penyebab angka kematian tertinggi penderita kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris dan Eropa, kanker serviks lebih cepat ditangani karena biasanya ditemukan dalam kondisi yang masih awal. Sementara di negara berkembang (termasuk Indonesia) pemeriksaan kanker serviks belum terlalu dipahami oleh masyarakat.

Kanker serviks stadium 4 adalah kondisi kanker yang sudah masuk dalam tahap lanjut. Kanker pada kondisi ini sudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh bahkan diluar bagian leher rahim. Kondisi kanker yang sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum masuk dalam stadium 4A. Jika kanker telah masuk ke organ lain seperti paru-paru maka akan masuk dalam stadium 4B. Gejala dari kanker serviks stadium 4 adalah seperti di bawah ini.

Terjadi pendarahan hebat saat tidak sedang menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopause.
Ada rasa sakit yang muncul pada tulang, otot dan panggul bagin bawah.
Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil dan bahkan kadang disertai dengan pendarahan.
Mengalami gangguan nafsu makan, lelah dan badan menjadi lebih lemah.
Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
Terkadang jika kanker telah menyebar ke bagian otot tubuh, maka seluruh badan akan merasa sakit dan tidak nyaman.


Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4

Pada awalnya semua jenis kanker serviks akan di temukan dari pemeriksaan Pap Smear. Ini adalah salah satu metode yang paling diakui untuk melihat pertumbuhan sel-sel abnormal pada bagian leher rahim. Penyebab kanker serviks yang masuk dalam beberapa jenis stadium adalah HPV (Human Papilloma Virus) dengan tipe HPV 16 dan HPV 18.

Pada kanker serviks stadium 4 biasanya hasil pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan Pap Smear saja. Jika hasil tes menunjukkan jumlah infeksi virus HPV dalam angka yang tinggi maka dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah dan –Ray. Berbagai jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahu daerah penyebaran kanker dan tujuan pengobatan yang paling tepat.

Komplikasi Pada Kanker Serviks Stadium 4

Kondisi penderita kanker serviks stadium 4 pada umumnya sudah masuk dalam kondisi yang lebih lanjut. Tindakan pengobatan akan dilakukan dengan melihat kondisi umum penderita, termasuk kemungkinan munculnya beberapa jenis penyakit komplikasi. 

Berikut ini beberapa jenis komplikasi yang paling sering ditemukan.
  • Gagal Ginjal. Gagal ginjal pada penderita kanker serviks stadium 4 disebabkan karena pertumbuhan kanker yang telah menekan saluran ureter . gangguan ini akan menyebabkan ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dapat ditemukan dengan komplikasi ini adalah penderita akan terus merasa lelah, sakit pada bagian panggul bawah, ada pendarahan dalam urin dan pembengkakan pada kaki atau tangan.
  • Penggumpalan darah. Penggumpalan darah pada penderita kanker serviks stadium 4 biasanya disebabkan oleh pertumbuhan kanker yang telah menekan bagian pembuluh darah yang berada di area panggul. Akibatnya maka darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Gejala komplikasi ini adalah seperti pembengkakan pada kaki, timbul bercak merah pada kulit, dan kulit pada area penggumpalan darah akan terasa lebih panas.
  • Pendarahan yang sangat hebat bisa terjadi pada penderita kanker serviks stadium 4. Pendarahan ini disebabkan karena munculnya kanker yang telah menyerang organ vagina bagian dalam, kandung kemih dan usus. Pendarahan yang terjadi pada penderita bisa melewati vagina maupun dubur.


Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4

Pengobatan untuk kanker serviks stadium 4 biasanya akan dilakukan dengan melihat kemampuan penderita. Beberapa kondisi penderita yang lemah biasanya akan dilakukan pengobatan paliatif. Hal ini terjadi karena kondisi penderita yang sangat lemah dan mungkin tidak akan kuat untuk menjalani prosedur operasi, kemoterapi maupun radiasi. Tapi pada dasarnya semua itu ada tergantung pada kesehatan umum penderita.

Metode pengobatan untuk kanker serviks stadium 4 akan dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi. Kedua jenis terapi ini akan memberikan hasil maksimal apabila dilakukan dalam waktu bersamaan. Namun, bagi penderita kanker seviks stadium 4 biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menahan semua efek terapi.

Radioterapi menjadi solusi pengobatan bagi kanker serviks stadium 4. Terapi ini dilakukan dengan memberikan sinar X dosisi tinggi pada area panggul dan rongga vagina. Terapi ini dilakukan selama 20 hingga 25 kali dengan masa istirahat pada hari Sabtu dan Minggu.

Kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memasukkan beberapa jenis obat keras untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini menjadi langkah yang paling efektif karena bisa mencegah dan membunuh sel kanker pada seluruh tubuh.


Pencegahan Kanker Serviks Stadium 4

Kanker serviks stadium 4 bukan menjadi penyakit besar yang langsung tumbuh dalam tubuh. Kanker ini pada dasarnnya membutuhkan waktu infeksi yang sangat lama dan bisa mencapai 25 tahun. Cara terbaik untuk menghindari kanker serviks stadium 4 adalah dengan melakukan upaya pencegahan. 

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah kanker serviks yang dapat kita lakukan.
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Tindakan ini dilakukan dengan metode Pap Smear. Pemeriksaan ini akan membantu deteksi dini sehingga bisa dilakukan pengobatan dengan cepat jika ditemukan potensi sel kanker.
  • Setia dengan pasangan. Memiliki hubungan seksual yang lebih aman akan menjauhkan wanita dari infeksi virus HPV. Penyebab kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Melindungi diri dengan cara setia kepada pasangan akan memiliki resiko rendah terkena infeksi HPV.
  • Melakukan vaksin HPV. Saat ini ada vaksin HPV yang bisa digunakan sejak umur 12 atau 13 tahun. Vaksin ini bisa mencegah dari infeksi virus HPV tipe 16 dan 18.
  • Hentikan kebiasaan merokok. Jika Anda perokok maka segera hentikan kebiasaan buruk ini. Rokok memang tidak menimbulkan infeksi HPV secara langsung, tapi dalam tubuh perokok biasanya mereka tidak memiliki imunitas untuk mencegah infeksi HPV sehingga lebih berpotensi terkena kanker serviks.
  • Memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang sehat akan mendukung tubuh agar bisa melindungi diri dari infeksi HPV. Pencegahan kanker serviks harus dilakukan sejak dini. Hal ini sangat penting agar bisa meningkatkan harapan bagi para penderita kanker serviks.

Kanker Serviks Menular

Apakah kanker serviks menular??? Penyakit yang hanya di derita oleh para wanita yang ada di dunia dan merupakan salah satu penyakit ganas yang mematikan adalah penyakit kanker serviks atau kanker mlut rahim. Ini adalah penyakit yang menyerang bagian keintiman dari wanita yaitu bagian alat reproduksi wanita atau vagina. Pertumbuhan sel kanker ini akan perlahan – lahan dan bisa mencapai bertahun – tahun, namun ada juga sel kanker yang tumbuh sangat cepat. Kanker serviks ini dapat di bedakan menjadi beberapa stadium seperti stadium 1 sampai dengan stadium terkahir yaitu stadium 4 berdasarkan penyebarannya.

Semakin awal penyakit ini bisa terdeteksi maka dengan penanganan segera juga akan memberikan harapan untuk sembuh secara total. Namun, banyak sekali wanita yang meninggal dengan penyakit ini di karenakan tidak mengetahui gejala awal yang di timbulkan. Kebanyakan dari wanita baru mengetahui setelah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal ini di sebut dengan stadium lanjut dan dalam stadium ini maka sel kanker yang menyebar akan sulit sekali untuk di bunuh dan di sembuhkan secara total. Ada pertanyaan yang sering kali di dengar seperti Apakah Kanker Serviks (Kanker Mulut Rahim) itu Bisa Menular? Dan ini lah beberapa jawaban yang saya rangkum untuk anda diantaranya adalah;

Kanker serviks sebenarnya bukanlah kanker yang dapat menyebar dari penderita ke orang lain. Ini adalah termasuk penyakit yang tidak menular.
Namun kanker ini di sebabkan karena andanya virus papilloma yang dapat menular melalui penggunaan wc atau toilet umum. Toilet yang di pakai oleh penderita kanker serviks dapat meninggalkan virus ini, dan jika tidak di bersihkan maka akan dapat menyebar ke orang yang menggunakan selanjutnya.

Perlu di ketahui ada banyak sekali tipe dari HPV atau human papilloma virus ini, namun hanya sedikit saja yang dapat menyebabkan adanya kanker serviks.

Melakukan hubungan seks bebas dengan laki – laki yang pernah melakukan hubungan sexs dengan wanita yang menderita kanker serviks. Hal ini dapat di sebabkan karena virus HPV yang menyebabkan kanker akan tersisa pada alat kelamin laki – laki tersebut dan akan menyebar jika laki – laki tersebut melakukan hubungan intim dengan wanita lainnya. Untuk itu jangan melakukan hubungan seks pada beberapa orang.

Virus HPV memang mudah sekali menular dari wanita satu ke wanita lainnya. namun tidak semua virus ini dapat menyebabkan adanya penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim.

Demikianlah Penjelasan Apakah Kanker Serviks (Kanker Mulut Rahim) itu Bisa Menular atau tidak.

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker Serviks Stadium 2 - Kanker serviks atau kanker ganas yang mengancam jaringan serviks sangat membahayakan kesehatan wanita. Pasien yang mengalami kanker serviks sulit disembuhkan karena baru ditemukan ketika sel kanker sudah menyebar. Kepedulian akan kesehatan reproduksi adalah salah satu kunci utama untuk mengurangi resiko kanker serviks.
Penyebab utama dari kanker serviks adalah HPV, yaitu virus yang menetap sehingga menginfeksi serviks.Meskipun pada sebagian yang terinfeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya karena kekebalan tubuh sedangkan pada sebagiannya lagi akan menetap dan menjadi meningkatnya risiko kanker serviks.

Kanker serviks terdiri dari beberapa tipe. Tipe yang paling umum adalah squamous cell carcinoma (SCC) yang merupakan 80-85% dari seluruh kanker serviks. Penyebab utamanya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Sedangkan beberapa tipe kanker serviks lainnya adalah adenocarcinoma, adenosquamos, small cell carcinoma, melanoma dan juga lymphoma. Beberapa jenis kanker serviks tersebut merupakan kanker serviks langka yang tidak berkaitan dengan Human Papilloma Virus
.
Gejala kanker serviks pada tahap dini tidak menimbulkan gejala. Hanya saja beberapa kondisi dimana wanita mengalami perubahan seperti mengalami pendarahan, merasakan sakit punggung diluar menstruasi, kemudian sakit apabila buang air kecil ditandai dengan air seni yang keruh.
Selanjutnya dengan konstipasi dan perasaan kembung dalam keadaan perut kosong. Kemudian wanita yang terserangn infeksi HPV akan mengalami rasa nyeri pada saat melakukan hubungan intim. Tanda yang paling sering dialami adalah mengalami keputihan yang abnormal. Bahkan beberapa kondii seperti kaki mengalami bengkak dan kebocoran urin harus dicurigai sebagai tanda kanker serviks.

Pemeriksaan kesehatan yang berhubungan kanker serviks dapat dilakukan, salah satunya dengan melakukan pap smear untuk mengetahui kondisi sel serviks. Kondisi ini sekaligus dapat menjadi pencegahan dini pada kanker serviks. Apabila hasil pap smear ditemukan abnormal pemeriksaan dan pengobatan dini akan membantu mengurangi risiko terjadinya kanker serviks.
Pap smear mampu mengidentifikasi carcinoma in situ (CIS) pada serviks. Hal inilah wanita direkomendasikan untuk melakukan pap smear sekurang-kurangnya setahun sekali dari awal melakukan hubungan seksual. CIN tidak tumbuh pada wanita yang sudah mengalami infeksi HPV dan juga tidak semua wanita memiliki CIN kanker serviks. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang mampu menyembuhkan infeksi HPV.

Kanker Serviks Stadium 2
Pada tahapan kanker serviks digolongkan dengan stadium dalam kanker. Hal ini dapat membantu prospek pemulihan dan jenis pengobatan yang dilakukan. Berikut ini adalah stadium kanker :

1. Stadium 1
Stadium 1 atau disebut juga dengan stadium prakanker.Pada stadium prakanker dapat diobati dengan histeroktomi bahkan apabila pasien ingin memiliki anak dapat dilakukan dengan metode cone biopsy. Jarang sekali yang ditemukan pada stadium prakanker kecuali apabila wanita melakukan pemeriksaan dan pencegahan sehingga tidak dapat menyebar menjadi sel kanker yang lebih luas dan membahayakan kesehatan.

2. Stadium 2
Selanjutnya adalah kanker serviks stadium awal yaitu stadium 1 dan 2. Dimana ukuran tumor kurang dari 4 cm yang dilakukan dengan radikal histerektomo atau dengan melakukan radioterapi. Sedangkan apabila ukuran kanker sudah melebihi 4 cm maka dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi yang berbasis histerektomi, cisplatin atau juga yang berbasis cisplatin dan histeroktomi.

3. Stadium 3 dan 4
Merupakan stadium lanjut dimana dapat diobati dengan menggunakan kemoterapi dan radioterapi yang berbasih cisplatin. Bahkan pada stadium lanjut dokter akan mempertimbangkan dengan menggunakan kombinasi pengobatan dengan kemoterapi dan obat oral. Sedangkan pada kesembuhan yang tidak memungkinkan adalah dengan mengangkat atau menghancurkan sel kanker. Hal ini umum dilakukan apabila pengobatan yang bersifat paliatif untuk mengurangi gejala.


Pengobatan Kanker Serviks Stadium 2

Pada stadium 1, penderita kanker serviks dapat diberikan obat melalui prosedur bedah konservatif dimana wanita yang ingin menjaga kesuburan. Sementara pada kondisi lain maka dapat dilakukan dengan mengangkat seluruh organ serviks dan juga uterus. Apabila setelah dilakukan pembedahan, direkomedasikan untuk menunggu sekurang-kurangnya rentan waktu satu tahun untuk melakukan program kehamilan. Kemungkinan yang dapat terjadi pada stadium 1 adalah penyebaran kanker pada kelenjar getah bening pada tahap akhir stadium 1. Bahkan pembedahan lebih memungkinkan melakukan pengangkatan pada kelenjar getah bening dari uterus.

Tumbuh kembali kanker pada sisa serviks sangat langka meskipun demikian apabila kanker sepenuhnya diangkat dengan trachelectomy meskipun demikian pencegahan sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjut dan melakukan skrining pap smear. Pada gejala kanker stadium 2 awal maka dapat diobati dengan prosedur pengangkatan seluruh uterus. Sedangkan pada stadium lanjut yaitu stadium 2B hingga stadium 4B dengan menggunakan terapi kemoradiasi.

Pengobatan yang dilakukan pada kanker serviks tingkat keselamatan 5 tahun untuk kanker serviks tahap dini yaitu 92%. Sedangkan untuk kanker serviks stadium 1 maka 80-90% sedangkan pada 50-65% pada kanker stadium 2. Pada penderita kanker serviks stadium 3 hanya terjadi 25-35. Sedangkan pada stadium 4 sebesar 15%. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk skrining dan deteksi dini untuk membantu proses penyembuhan penderita kanker serviks.
Kesimpulan

Dengan demikian kanker serviks merupakan jenis kanker yang sangat mengancam wanita kedua setelah kanker payudara. Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus, perantara dari penyebaran virus dapat dari hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan. Selain itu pada pria dapat menjadi media untuk memindahkan virus dari penderita ke wanita lainnya melalui hubungan intim.

Kanker serviks dibedakan berdasarkan pengobatan dan penyebaran yaitu stadium awal, stadium lanjut dan stadium akhir. Pada stadium awal kanker jarang sekali ditemui, sedangkan pada tadium lanjut yaitu stadium 2 dan stadium 3, umumnya wanita penderita kanker serviks mengalami beberapa keluhan. Keluhan yang dialami oleh wanita yang mengalami kanker serviks memang sulit dibedakan dengan gejala penyakit yang berhubungan dengan reproduksi.

Pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan keluhan pada wanita yang berhubungan dengan alat reproduksi memang penting. Apalagi untuk kanker serviks, semakin ditemukan lebih dini maka pencegahan dapat dilakukan. Pemeriksaan dapat melalui berbagai cara, salah satunya dengan pap smear untuk mengetahui kondisi serviks. Apabila ditemukan infeksi HPV maka dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih sering sehingga membantu dalam pengobatan.

Pada stadium 2, apabila wanita dengan kanker serviks ditemukan pada stadium 2 maka dapat dilakukan beberapa tindakan. Salah satunya dengan melakukan pembedahan, mengangkat sel kanker yang berada di serviks selanjutnya apabila berada di stadium 2B atau lebih dari masa stadium tersebut maka dapat dilakukan kemoterapi bahkan dapat pula dilakukan kombinasi pengobatan secara oral dan kemoterapi. Dukungan dari lingkungan sangat diperlukan untuk membuat wanita dengan kanker serviks mampu melewati pengobatan yang diberikan oleh ahli medis dalam membantu mengurangi penyebaran sel kanker pada serviks.

Kanker Serviks Pada Wanita

Kanker Serviks Pada Wanita - Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.


Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 2x="" adalah="" adanya="" bahkan="" dalam="" dapat="" faktor="" font="" jangka="" kanker="" kb="" keturunan="" lain="" lama="" melahirkan.="" meningkatkan="" penggunaan="" penyebab="" pil="" resiko="" sangat="" sering="" serviks="" tahun="" terkena="" terlalu="" waktu="" yang="">


Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:

  • Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  • Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  • Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  • Mengalami sakit saat buang air kecil
  • Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  • Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Pencegahan Kanker Serviks

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:
  • Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
  • Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
  • Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
  • Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
  • Hindari berhubungan intim saat usia dini
  • Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
  • Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
  • Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
  • Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.
Meskipun demikian, jika anda sudah terdeteksi mengidap kanker serviks, maka ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan. Jika terdeteksi kanker serviks stadium awal, maka pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks tersebut dengan cara dilakukan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery)
 
Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut akan dilakukan pengobatan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, tiada lain kecuali dengan mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.

Kanker Serviks Gejala Awal

Kanker Serviks Gejala Awal - Mengenali ciri-ciri kanker servik sejak dini adalah salah satu langkah pencegahan lebih lanjut, apabila ternyata Anda sudah terlanjur mengidap penyakit kanker ini meskipun baru stadium awal. Pasalnya cara pencegahan yang paling awal tentunya adalah dengan selalu menjaga kesehatan tubuh, terutma di area kewanitaan. Khususnya para wanita, salah satu penyakit jenis kanker yang satu ini adalah penyakit yang sangat ditakuti dan dihindari. Hal ini dikarenakan kanker serviks sendiri termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi para wanita di dunia. Apa sebenarnya penyakit kanker servik ini? Sesuai dengan namanya, kanker ini menyerang di bagian servik atau mulut rahim. Dan tentu saja penyakit ini hanya bisa diderita oleh wanita saja. Di Indonesia sendiri cukup banyak penderita kanker servik, bahkan menurut data dari beberapa sumber dikatakan bahwa sepertiga penderita penyakit kanker di Indonesia adalah penderia kanker servik. Nah, untuk mengetahui tentang penyebab kanker servik, ciri ciri kanker serviks stadium awal, dan beberapa hal tentang kanker servik lainnya, simak ulasannya berikut ini.

Mengetahui Penyebab Utama Kanker Servik
Layaknya semua penyakit yang ada di dunia ini, pasti ada pemicu yang bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit tersebut. Nah, sebelum kita mengetahui apa saja ciri ciri kanker servik yang biasanya dialami oleh para penderita penyakit yang satu ini, Anda juga harus mengetahui apa penyebab utamanya. Tujuannya tentu saja untuk membuat para pembaca terutama para wanita bisa lebih waspada dan tidak sembarangan menjaga kesehatan organ kewanitaan agar tidak terkena kanker servik. Kanker yang satu ini menyerang di bagian leher rahim atau bagian pintu masuk ke rahim.

Untuk penyebab penyakit kanker servik sendiri, sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV). Akan tetapi untuk jenis virus HPV yang biasanya bisa mengakibatkan bagi para wanita yang menderita kanker servik adalah jenis virsus HPV tipe 16 dan 18. Penyakit ini harus diwaspadai, karena ternyata virus HPV penyebab kanker servik ini bisa menyebar dan berpindah-pindah tempat dengan sangat mudah. Virus ini bisa berpindah ke tempat lain melalui perantara cairan, bahkan dengan hanya sentuhan kulit antara individu yang satu dengan yang lainnya. Faktor lain yang biasanya menjadi penyebab terinfeksinya seseorang dengan Human Papilloma Virus ini adalah WC yang jarang dibersihkan atau tidak dibersihkan dengan baik. Virus tersebut bisa saja sudah bersarang di WC tersebut dan bisa menginfeksi orang yang menggunakan WC tersebut. Berbahaya sekali, bukan?

Akan tetapi bukan hanya itu saja yang bisa membuat orang menderita kanker servik dan berbagai gejala kanker servik. Kebiasaan yang kurang baik ternyata juga bisa menjadi salah satu penyebab seseorang terjangkit penyakit yang satu ini. Bagi Anda para perokok terutama wanita, Anda harus sangat waspada karena Anda cukup berpotensi mengalami gangguan kesehatan yang cukup mengerikan ini. Efek terburuknya adalah kematian, loh. Selain itu bagi orang-orang yang kekurangan asupan vitamin C dan E serta asam folat juga cukup berisiko terkena kanker servik. Lalu bagaimana ciri-ciri kanker servik yang biasanya dialami oleh penderitanya? Berikut penjelasannya.

Gambaran Secara Umum Mengenai Ciri-Ciri Kanker Servik
Jika Anda mengetahui berbagai ciri ciri kanker serviks stadium awal, Anda pasti bisa menangani penyakit tersebut sejak awal dan tidak akan menjadi lebih parah lagi. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang berbagai gejala penyakit yang satu ini, berikut penjelasannya.

Gejala kanker servik yang pertama mungkin adalah terjadinya perdarahan secara tidak normal pada organ kewanitaan Anda. Kondisi ini adalah gejala atau ciri fisik yang paling umum dialami oleh para wanita yang mnderita kanker servik. Di sini Anda harus bisa membedakan yang mana perdarahan karena menstruasi, perdarahan karena hubungan suami istri dan yang mana perdarahan yang terjadi secara tidak normal. Jika Anda merasakan bahwa perdarahan yang terjadi sudah tidak sewajarnya seperti yang biasa Anda alami, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Ciri-ciri kanker servik yang selanjutnya adalah biasanya penderita akan merasakan nyeri yang cukup mengganggu di bagian paggul. Apabila Anda merasakan nyeri pada bagian panggul tanpa alasan yang jelas, mungkin itu menjadi salah satu petanda gejala kanker servik. Gejala keputihan mungkin sudah sering dialami banyak wanita. Akan tetapi gejala ini akan cukup berbeda jika terjadi karena kanker. Jadi jika Anda mengalami keputiha, Anda harus mewaspadai gejala tersebut. Masih ada lagi beberapa ciri atau gejala penyakit kanker servik. Diantaranya adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat ketimbang kondisi biasanya. Jika Anda sedang dalam kondisi tidak hamil dan tiba-tiba Anda mengalami gejala ini, seperitnya Anda harus curigai sebagai bentuk tindak lanjut Anda supaya tidak terjadi penyakit yang parah nantinya. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk memastikan apa yang terjadi sehingga membuat frekuensi buang air kecil Anda meningkat.

Selain itu bagi Anda yang sudah bersuami, ciri-ciri kanker servik yang lain bisa Anda rasakan ketika Anda melakukan hubungan suami istri. Rasa nyeri akan muncul ketika Anda melakukan hubungan dengan pasangan Anda. Dan apabila rasa sakit tersebut sangat tidak wajar dan sangat mengganggu, itulah yang harus diwaspadai dan segera lakukan penanganan lebih lanjut. Bahkan masalah kanker ini juga isa membuat pencernaan Anda terganggu, loh. Biasanya akan ditandai dengan sembelit yang cukup parah dan rasa sakit saat BAB. Anda juga harus selalu menjaga kesehatan tubuh Anda supaya kondisi tidak semakin drop. Pasalnya penderita kanker servik biasanya akan mengalami penurunan napsu makan yang akan diikuti dengan turunnya berat badan, atau bahkan fisik yang mudah lelah.

Langkah Pencegahan Kanker Servik Sejak Dini
Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri kanker servik dan mengetahui betapa berbahayanya penyakit ini, diharapkan Anda bisa lebih waspada kedepannya. Anda juga harus lebih peduli dengan kesehatan Anda sendiri dengan melakukan langkah-langkah pencegahan kanker servik sejak dini. Tujuannya tentu untuk menghindari munculnya gejala kanker servik yang akan sangat mengganggu tentunya. Langkah mudah yang harus Anda lakukan tentu saja dengan selalu mengonsumsi makanan yang bisa memenuhi asupan gizi dan nutrisi harian tubuh Anda. Jagalah kondisi lingkungan dan juga kebersihan tubuh, terutama kebersihan area kewanitaan. Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok. Dan bagi Anda yang sudah berpasangan, sebaiknya setia dengan satu pasangan untuk melakukan hubungan suami istri.

Nah, jika Anda merasa sudah mengalami beberapa ciri-ciri kanker servik seperti yang tadi sudah kami jelaskan, segera periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Barangkali gejala tersebut ternyata memang gejala kanker servik yang harus segera ditangani. So, demikian informasi singkat kami mengenai ciri ciri kanker serviks stadium awal dan berbagai informasi lainnya tentang kanker servik. Semoga bermanfaat.

Obat Kanker Serviks Yang Ampuh

Obat Kanker Serviks Yang Ampuh - Kanker serviks/kanker mulut rahim merupakan kanker yang sangat ditakuti oleh semua wanita, termasuk yang sempat dialami artis dangdut papan atas Indonesia Julia Perez yang telah sembuh dari penyakit kanker serviks nya. Jadi apa yang dimaksud dengan Kanker Serviks itu ? Kanker Serviks merupakan sejenis kanker yang terbentuk di jaringan serviks (organ yang menghubungkan uterus dengan vagina). Hampir 99,7% kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) onkogenik yang menyerang leher rahim. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Kanker Serviks merupakan penyakit yang dapat menempati peringkat atas penyebab kematian perempuan yang ada di dunia, dan berdasarkan hasil penelitian bahwa Indonesia merupakan negara tertinggi jumlah penderita kanker nya dengan setiap tahun terdapat lebih dari 15.000 kasus kanker serviks yang menyerang Wanita Indonesia.

Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa penyebab dari kanker serviks yakni Infeksi Virus HPV dan bagaimana virus itu dapat masuk ke dalam tubuh kita ? Virus HPV bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui hubungan seksual, hubungan seksual sebelum usia 20 tahun dapat memicu kanker servika karena pada usia di bawah 20 tahun organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang dan seharusnya tidak terjadi kontak/rangsangan apapun dari luar karena dapat memicu perubahan sel menjadi tidak normal, Nikotin juga dapat memicu kanker serviks karena bila sel-sel mulut rahim telah teracuni nikotin dalam darah dapat memicu abnormalitas sel pada mulut rahim, dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dan tidak boleh sering juga menggunakan pembersih vagina karena dapat menyebabkan iritasi pada vagina.

Umumnya Kanker Serviks diderita dari umur belasan tahun dan baru dirasakan setelah umur 20-50 tahun. Pendeteksian kanker serviks memang lah sangat sulit terlebih karena gejala yang sukar dikenali dan baru akan terlihat bila telah mencapai stadium lanjut. Namun untuk mencegah hal-hal seperti itu anda harus mengetahui Gejala dari Kanker Serviks, seperti :

  • Pendarahan abnormal pada vagina. Pendarahan pada vagina mungkin bisa terjadi pada saat menstruasi, namun bila pendarahan terjadi setelah melakukan hubungan seksual, pendarahan tiba-tiba dan bukan pada masa menstruasi.
  • Nyeri panggul. Nyeri panggul yang sering muncul tiba-tiba tanpa disebabkan oleh kondisi lain dan aktivitas perlu diwaspadai.
  • Keputihan yang berlebihan
  • Keputihan yang tidak wajar merupakan salah satu gejala dari kanker serviks dan sering terjadi.
  • Gangguan pencernaan. Biasanya anda akan mengalami sembelit / susah buang air besar dan terasa seperti adanya benjolan sehingga menyebabkan sakit ketika sedang buang air besar.
  • Nafsu makan berkurang
  • Mudah Lelah
  • Sering buang air kecil dan kesulitan ketika buang air kecil
  • Nyeri ketika sedang berhubungan seksual


Mencegah kanker serviks bisa dilakukan dengan cara tidak berhubungan intim dengan banyak pasangan, melakukan vaksinasi HPV, memelihara kesehatan tubuh dan organ intim, menghindari rokok dan minuman beralkohol.Pencegahan dari mengenali Gejala Kanker Serviks sangat diperlukan untuk memberikan tingkat keselamatan dari kanker serviks. Dengan pengobatan yang tepat tingkat keselamatan untuk Kanker Serviks pada tahap dini mencapai 92%, 80-90% untuk kanker stadium 1, 50-65% untuk stadium 2, 25-35% untuk stadium 3 dan 15% untuk stadium akhir. Kanker Serviks pada stadium lanjur dapat merusak organ-organ tubuh lain nya seperti kandung kemih, ginjal, dan kanker pun dapat menyebar ke organ tubuh di dalam nya. Kanker Serviks dapat disembuhkan dengan pengangkatan rahim dan beberapa terapi tambahan seperti kemoterapi dan radiasi. Namun hal itu tidak menjamin 100% penderita sembuh secara maksimal. Kita yang berusaha dan hanya Tuhan Yang Maha Esa yang dapat menentukan.