Minggu, 22 November 2015

Kanker Serviks Stadium 1

Kanker Serviks Stadium 1 - Kanker serviks adalah kanker yang banyak menyerang wanita Indonesia setalah kanker payudara. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker nomber dua terbanyak yang menyerang wanita dunia. Bahkan diperkirakan 52 juta wanita di Indonesia berisiko kanker sedangkan 36% wanita penderita kanker adalah penderita kanker serviks.
Kanker serviks semakin bertambah penderitanya di Indonesia dikarenakan kanker serviks bersifat ganas dan sulit untuk dideteksi pada gejala awal, penderita baru ditemukan ketika sudah mengalami kanker serviks stadium lanjut. Selain itu kebanyakan wanita tidak mengerti mengenai gejala dan tanda kanker serviks.
Pada artikel kali ini kami akan membantu memberikan informasi mengenai kanker serviks. Pada tahapannya kanker serviks melalui proses stadium awal, stadium lanjut dan stadium akhir. Agar mengetahui apa saja gejala dan tanda kanker serviks pada stadium awal dan melakukan pencegahan dini.


Pengertian Kanker Serviks

Kanker serviks adalah penyakit yang berhubungan dengan leher rahim yaitu pada organ reproduksi wanita sebagai pintu masuk menuju rahim. Penyebab utama dari kanker rahim adalah human papilloma virus atau HPV yang menyerang leher rahim.
Kanker serviks merupakan penyakit yang membahayakan pada wanita akan tetapi tidak banyak wanita yang mengetahui mengenai tanda tanda kanker serviks . Inilah yang menyebabkan kanker serviks dikenal dengan sebutan "the silent killer" karena baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut.
Kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus) merupakan peringkat teratas kematian yang disebabkan kanker. Penyebab utama dari kanker adalah virus yag disebarkan melalui hubungan intim yang berbeda beda pasangan, hubungan dengan pasangan yang terinfeksi HPV . Selain itu penyebab dari kanker serviks dapat juga akibat radiasi atau terjadinya pencemaran bahan kimia.

Selain itu faktor risiko kanker rahim diantaranya adalah infeksi virus HPV, penyakit menular seksual, melakukan hubungan intim pada usia muda, berganti-ganti pasangan seks, pemakaian kontrasepsi, penyakit yang menyimpan sistem imun, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minuman beralkohol dan juga dapat dipicu karena faktor genetik.


Stadium Awal Kanker Serviks

Sel rahim yang terinfeksi membutuhkan beberapa tahun untuk mengalami perubahan hingga menjadi kanker serviks. Pada sel rahim yang abnormal dimana sel kanker dapat berkembang menjadi kanker disebut juga dengan cervical intra-epithelial neoplasia (CIN). Pada CIN yang yang disebut dengan istilah sel prekanker tidak ditangani lebih lanjut maka akan berisiko untuk berkembang menjadi kanker. Meskipun tidak semua wanita yang menderita CIN akan mengalami kanker.

Pada umumnya kanker serviks mengalami perkembangan meliputi displasia ringan selama 5 tahun, displasia sedang 3 tahun, displasia berat selama 1 tahun baru menjadi kanker stadium 0. Pada tahap pra kanker wanita yang terinfeksi kanker serviks tidak menimbulkan gejala, bahkan baru ditemukan setelah masuk pada stadium lanjut dan stadium akhir. Kanker serviks atau kanker leher rahim dibagi menjadi 5 stadium berdasarkan dengan ukuran tumor, penyebaran kanker di dalam dan juga leher rahim dan penetrasi leher rahim.

Pada stadium 0 atau dikenal dengan pra kanker terjadi pertumbuhan karsinoma yang berada pada jaringan epitel leher rahim. Selanjutnya berkembang menjadi stadium 1, pada stadium 1 pertumbuhan kanker terbatas pada leher rahim .Sedangkan pada stadium 1a, secara mikroskopis menginvasi jaringan dan ukuran kanker sudah masuk pada proses penyebaran awal. Masuklah pada stadium 1a2 dimana kedalaman invalasi lebih dari 3 mm dan kurang dari 5 mm lebar kurang dari 7mm. Sedangkan pada stadium 1b, terjadinya lesi yang berukuran besar yang terjadi pada stadium 1a. Sedangkan pada 1b mengalami ukuran tumor kurang dari 4 cm dan pada stadium 1b2 mengalami tumor kurang dari 4 cm.


Gejala Kanker Stadium Awal 

Kanker serviks adalah penyakit yang berhubungan dengan kondisi dimana wanita mengalami gangguan kesehatan pada leher rahim. Penyebab utamanya adalah HPV, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. 
Kanker serviks sulit ditemukan gejalanya, bahkan baru dapat diketahui ketika wanita mengalami kanker serviks stadium akhir. Inilah yang membahayakan dan menyebabkan risiko kematian. Pada stadium awal kanker serviks dapat disadari oleh penderita yaitu rasa sakit pada mulut rahim. Mekipun rasa sakit yang dialami tidak begitu sering akan tetapi semakin kanker serviks memasuki stadium lanjut maka akan terasa semakin sakit.

Selain itu kanker serviks dapat juga ditandai dengan pendarahan yang tidak normal. Pada wanita yang memiliki kanker serviks mengalami kondisi pendarahan yang tidak normal pada organ genital, pada rentan waktu satu bulan dapat terjadi pendarahan sedikit ataupun kondisi yang parah.
Wanita yang mengalami kanker serviks ditandai dengan keputihan yang abnormal. Wanita mengalami keputihan yang berbau, berwarna dan sangat berlendir. Sehingga sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter dikhawatirkan terjadi gangguan kesehatan reproduksi atau gejala awal dari kanker serviks.
Pada wanita yang seringkali mengalami nyeri panggul yang hebat bahkan di luar menstruasi, ini merupakan kondisi abnormal. Nyeri panggul disaat saat lain sehingga berjam-jam dan timbul rasa sakit yang ringan, tajam atau sangat parah bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Begitupula dengan pendarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan intim, tidak sedang menstruasi atau saat pemeriksaan panggul. Hal ini dapat disebabkan karena leher rahim mengalami iritasi. Pemeriksaan harus dilakukan meskipun tidak selamanya pendarahan yang dialami wanita setelah melakukan hubungan intim menjadi pertanda kanker serviks.


Pencegahan Kanker Serviks

Pengobatan yang dilakukan untuk kanker serviks stadium awal memang seringkali terabaikan. Hal ini dikarenakan penderita tidak mengalami gejala yang spesifik, beberapa penderita menduga hanya keluhan biasa.
Padahal dengan melakukan tes pap smear akan membantu untuk menemukan perubahan pada sel serviks sehingga dapat diketahui risiko kanker. Pemeriksaan Pap Smear yang teratur akan membantu dalam menunjukan perubahan sebelum berubah menjadi kanker. Inilah yang penting dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker di dalam leher rahim. Apabila ditemukan pemeriksaan pap smear yang abnormal maka dapat membantu untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Selain itu pengobatan kanker serviks dilakukan sesuai dengan stadium yang dialami oleh penderita. Sedangkan untuk pengobatan keseluruhan dapat dengan bedah atau jalan operasi mengangkat rahim atau pengangkatan kedua ovarium dan tuba fallopi. Kemudian dengan jalan kemoterapi dan selanjutnya dengan terapi radiasi. Bahkan dokter menyarankan untuk menggunakan kombinasi pengobatan sehingga dapat membantu penyembuhan.

Dengan demikin stadium awal kanker serviks yang seringkali tidak memberikan gejala pada penderita dapat diketahui dengan perubahan yang mengarah pada kondisi kesehatan wanita salah satunya adalah ketika wanita mengalami pendarahan di luar menstruasi, keputihan abnormal, sakit pinggul diluar menstruasi dan mengalami sakit mulut rahim. Untuk melakukan pencegahan sebaiknya dilakukan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi dini sel kanker yang berada di leher rahim.

Kanker serviks stadium 4

Kanker serviks stadium 4 adalah salah satu fase tertinggi dari kategori kanker serviks. Kondisi kanker seviks ini sudah masuk dalam tahap stadium lanjut. Salah satu penyebab angka kematian tertinggi penderita kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris dan Eropa, kanker serviks lebih cepat ditangani karena biasanya ditemukan dalam kondisi yang masih awal. Sementara di negara berkembang (termasuk Indonesia) pemeriksaan kanker serviks belum terlalu dipahami oleh masyarakat.

Kanker serviks stadium 4 adalah kondisi kanker yang sudah masuk dalam tahap lanjut. Kanker pada kondisi ini sudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh bahkan diluar bagian leher rahim. Kondisi kanker yang sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum masuk dalam stadium 4A. Jika kanker telah masuk ke organ lain seperti paru-paru maka akan masuk dalam stadium 4B. Gejala dari kanker serviks stadium 4 adalah seperti di bawah ini.

Terjadi pendarahan hebat saat tidak sedang menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopause.
Ada rasa sakit yang muncul pada tulang, otot dan panggul bagin bawah.
Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil dan bahkan kadang disertai dengan pendarahan.
Mengalami gangguan nafsu makan, lelah dan badan menjadi lebih lemah.
Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
Terkadang jika kanker telah menyebar ke bagian otot tubuh, maka seluruh badan akan merasa sakit dan tidak nyaman.


Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4

Pada awalnya semua jenis kanker serviks akan di temukan dari pemeriksaan Pap Smear. Ini adalah salah satu metode yang paling diakui untuk melihat pertumbuhan sel-sel abnormal pada bagian leher rahim. Penyebab kanker serviks yang masuk dalam beberapa jenis stadium adalah HPV (Human Papilloma Virus) dengan tipe HPV 16 dan HPV 18.

Pada kanker serviks stadium 4 biasanya hasil pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan Pap Smear saja. Jika hasil tes menunjukkan jumlah infeksi virus HPV dalam angka yang tinggi maka dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah dan –Ray. Berbagai jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahu daerah penyebaran kanker dan tujuan pengobatan yang paling tepat.

Komplikasi Pada Kanker Serviks Stadium 4

Kondisi penderita kanker serviks stadium 4 pada umumnya sudah masuk dalam kondisi yang lebih lanjut. Tindakan pengobatan akan dilakukan dengan melihat kondisi umum penderita, termasuk kemungkinan munculnya beberapa jenis penyakit komplikasi. 

Berikut ini beberapa jenis komplikasi yang paling sering ditemukan.
  • Gagal Ginjal. Gagal ginjal pada penderita kanker serviks stadium 4 disebabkan karena pertumbuhan kanker yang telah menekan saluran ureter . gangguan ini akan menyebabkan ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dapat ditemukan dengan komplikasi ini adalah penderita akan terus merasa lelah, sakit pada bagian panggul bawah, ada pendarahan dalam urin dan pembengkakan pada kaki atau tangan.
  • Penggumpalan darah. Penggumpalan darah pada penderita kanker serviks stadium 4 biasanya disebabkan oleh pertumbuhan kanker yang telah menekan bagian pembuluh darah yang berada di area panggul. Akibatnya maka darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Gejala komplikasi ini adalah seperti pembengkakan pada kaki, timbul bercak merah pada kulit, dan kulit pada area penggumpalan darah akan terasa lebih panas.
  • Pendarahan yang sangat hebat bisa terjadi pada penderita kanker serviks stadium 4. Pendarahan ini disebabkan karena munculnya kanker yang telah menyerang organ vagina bagian dalam, kandung kemih dan usus. Pendarahan yang terjadi pada penderita bisa melewati vagina maupun dubur.


Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4

Pengobatan untuk kanker serviks stadium 4 biasanya akan dilakukan dengan melihat kemampuan penderita. Beberapa kondisi penderita yang lemah biasanya akan dilakukan pengobatan paliatif. Hal ini terjadi karena kondisi penderita yang sangat lemah dan mungkin tidak akan kuat untuk menjalani prosedur operasi, kemoterapi maupun radiasi. Tapi pada dasarnya semua itu ada tergantung pada kesehatan umum penderita.

Metode pengobatan untuk kanker serviks stadium 4 akan dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi. Kedua jenis terapi ini akan memberikan hasil maksimal apabila dilakukan dalam waktu bersamaan. Namun, bagi penderita kanker seviks stadium 4 biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menahan semua efek terapi.

Radioterapi menjadi solusi pengobatan bagi kanker serviks stadium 4. Terapi ini dilakukan dengan memberikan sinar X dosisi tinggi pada area panggul dan rongga vagina. Terapi ini dilakukan selama 20 hingga 25 kali dengan masa istirahat pada hari Sabtu dan Minggu.

Kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memasukkan beberapa jenis obat keras untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini menjadi langkah yang paling efektif karena bisa mencegah dan membunuh sel kanker pada seluruh tubuh.


Pencegahan Kanker Serviks Stadium 4

Kanker serviks stadium 4 bukan menjadi penyakit besar yang langsung tumbuh dalam tubuh. Kanker ini pada dasarnnya membutuhkan waktu infeksi yang sangat lama dan bisa mencapai 25 tahun. Cara terbaik untuk menghindari kanker serviks stadium 4 adalah dengan melakukan upaya pencegahan. 

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah kanker serviks yang dapat kita lakukan.
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Tindakan ini dilakukan dengan metode Pap Smear. Pemeriksaan ini akan membantu deteksi dini sehingga bisa dilakukan pengobatan dengan cepat jika ditemukan potensi sel kanker.
  • Setia dengan pasangan. Memiliki hubungan seksual yang lebih aman akan menjauhkan wanita dari infeksi virus HPV. Penyebab kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Melindungi diri dengan cara setia kepada pasangan akan memiliki resiko rendah terkena infeksi HPV.
  • Melakukan vaksin HPV. Saat ini ada vaksin HPV yang bisa digunakan sejak umur 12 atau 13 tahun. Vaksin ini bisa mencegah dari infeksi virus HPV tipe 16 dan 18.
  • Hentikan kebiasaan merokok. Jika Anda perokok maka segera hentikan kebiasaan buruk ini. Rokok memang tidak menimbulkan infeksi HPV secara langsung, tapi dalam tubuh perokok biasanya mereka tidak memiliki imunitas untuk mencegah infeksi HPV sehingga lebih berpotensi terkena kanker serviks.
  • Memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang sehat akan mendukung tubuh agar bisa melindungi diri dari infeksi HPV. Pencegahan kanker serviks harus dilakukan sejak dini. Hal ini sangat penting agar bisa meningkatkan harapan bagi para penderita kanker serviks.

Kanker Serviks Menular

Apakah kanker serviks menular??? Penyakit yang hanya di derita oleh para wanita yang ada di dunia dan merupakan salah satu penyakit ganas yang mematikan adalah penyakit kanker serviks atau kanker mlut rahim. Ini adalah penyakit yang menyerang bagian keintiman dari wanita yaitu bagian alat reproduksi wanita atau vagina. Pertumbuhan sel kanker ini akan perlahan – lahan dan bisa mencapai bertahun – tahun, namun ada juga sel kanker yang tumbuh sangat cepat. Kanker serviks ini dapat di bedakan menjadi beberapa stadium seperti stadium 1 sampai dengan stadium terkahir yaitu stadium 4 berdasarkan penyebarannya.

Semakin awal penyakit ini bisa terdeteksi maka dengan penanganan segera juga akan memberikan harapan untuk sembuh secara total. Namun, banyak sekali wanita yang meninggal dengan penyakit ini di karenakan tidak mengetahui gejala awal yang di timbulkan. Kebanyakan dari wanita baru mengetahui setelah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal ini di sebut dengan stadium lanjut dan dalam stadium ini maka sel kanker yang menyebar akan sulit sekali untuk di bunuh dan di sembuhkan secara total. Ada pertanyaan yang sering kali di dengar seperti Apakah Kanker Serviks (Kanker Mulut Rahim) itu Bisa Menular? Dan ini lah beberapa jawaban yang saya rangkum untuk anda diantaranya adalah;

Kanker serviks sebenarnya bukanlah kanker yang dapat menyebar dari penderita ke orang lain. Ini adalah termasuk penyakit yang tidak menular.
Namun kanker ini di sebabkan karena andanya virus papilloma yang dapat menular melalui penggunaan wc atau toilet umum. Toilet yang di pakai oleh penderita kanker serviks dapat meninggalkan virus ini, dan jika tidak di bersihkan maka akan dapat menyebar ke orang yang menggunakan selanjutnya.

Perlu di ketahui ada banyak sekali tipe dari HPV atau human papilloma virus ini, namun hanya sedikit saja yang dapat menyebabkan adanya kanker serviks.

Melakukan hubungan seks bebas dengan laki – laki yang pernah melakukan hubungan sexs dengan wanita yang menderita kanker serviks. Hal ini dapat di sebabkan karena virus HPV yang menyebabkan kanker akan tersisa pada alat kelamin laki – laki tersebut dan akan menyebar jika laki – laki tersebut melakukan hubungan intim dengan wanita lainnya. Untuk itu jangan melakukan hubungan seks pada beberapa orang.

Virus HPV memang mudah sekali menular dari wanita satu ke wanita lainnya. namun tidak semua virus ini dapat menyebabkan adanya penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim.

Demikianlah Penjelasan Apakah Kanker Serviks (Kanker Mulut Rahim) itu Bisa Menular atau tidak.

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker Serviks Stadium 2 - Kanker serviks atau kanker ganas yang mengancam jaringan serviks sangat membahayakan kesehatan wanita. Pasien yang mengalami kanker serviks sulit disembuhkan karena baru ditemukan ketika sel kanker sudah menyebar. Kepedulian akan kesehatan reproduksi adalah salah satu kunci utama untuk mengurangi resiko kanker serviks.
Penyebab utama dari kanker serviks adalah HPV, yaitu virus yang menetap sehingga menginfeksi serviks.Meskipun pada sebagian yang terinfeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya karena kekebalan tubuh sedangkan pada sebagiannya lagi akan menetap dan menjadi meningkatnya risiko kanker serviks.

Kanker serviks terdiri dari beberapa tipe. Tipe yang paling umum adalah squamous cell carcinoma (SCC) yang merupakan 80-85% dari seluruh kanker serviks. Penyebab utamanya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Sedangkan beberapa tipe kanker serviks lainnya adalah adenocarcinoma, adenosquamos, small cell carcinoma, melanoma dan juga lymphoma. Beberapa jenis kanker serviks tersebut merupakan kanker serviks langka yang tidak berkaitan dengan Human Papilloma Virus
.
Gejala kanker serviks pada tahap dini tidak menimbulkan gejala. Hanya saja beberapa kondisi dimana wanita mengalami perubahan seperti mengalami pendarahan, merasakan sakit punggung diluar menstruasi, kemudian sakit apabila buang air kecil ditandai dengan air seni yang keruh.
Selanjutnya dengan konstipasi dan perasaan kembung dalam keadaan perut kosong. Kemudian wanita yang terserangn infeksi HPV akan mengalami rasa nyeri pada saat melakukan hubungan intim. Tanda yang paling sering dialami adalah mengalami keputihan yang abnormal. Bahkan beberapa kondii seperti kaki mengalami bengkak dan kebocoran urin harus dicurigai sebagai tanda kanker serviks.

Pemeriksaan kesehatan yang berhubungan kanker serviks dapat dilakukan, salah satunya dengan melakukan pap smear untuk mengetahui kondisi sel serviks. Kondisi ini sekaligus dapat menjadi pencegahan dini pada kanker serviks. Apabila hasil pap smear ditemukan abnormal pemeriksaan dan pengobatan dini akan membantu mengurangi risiko terjadinya kanker serviks.
Pap smear mampu mengidentifikasi carcinoma in situ (CIS) pada serviks. Hal inilah wanita direkomendasikan untuk melakukan pap smear sekurang-kurangnya setahun sekali dari awal melakukan hubungan seksual. CIN tidak tumbuh pada wanita yang sudah mengalami infeksi HPV dan juga tidak semua wanita memiliki CIN kanker serviks. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang mampu menyembuhkan infeksi HPV.

Kanker Serviks Stadium 2
Pada tahapan kanker serviks digolongkan dengan stadium dalam kanker. Hal ini dapat membantu prospek pemulihan dan jenis pengobatan yang dilakukan. Berikut ini adalah stadium kanker :

1. Stadium 1
Stadium 1 atau disebut juga dengan stadium prakanker.Pada stadium prakanker dapat diobati dengan histeroktomi bahkan apabila pasien ingin memiliki anak dapat dilakukan dengan metode cone biopsy. Jarang sekali yang ditemukan pada stadium prakanker kecuali apabila wanita melakukan pemeriksaan dan pencegahan sehingga tidak dapat menyebar menjadi sel kanker yang lebih luas dan membahayakan kesehatan.

2. Stadium 2
Selanjutnya adalah kanker serviks stadium awal yaitu stadium 1 dan 2. Dimana ukuran tumor kurang dari 4 cm yang dilakukan dengan radikal histerektomo atau dengan melakukan radioterapi. Sedangkan apabila ukuran kanker sudah melebihi 4 cm maka dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi yang berbasis histerektomi, cisplatin atau juga yang berbasis cisplatin dan histeroktomi.

3. Stadium 3 dan 4
Merupakan stadium lanjut dimana dapat diobati dengan menggunakan kemoterapi dan radioterapi yang berbasih cisplatin. Bahkan pada stadium lanjut dokter akan mempertimbangkan dengan menggunakan kombinasi pengobatan dengan kemoterapi dan obat oral. Sedangkan pada kesembuhan yang tidak memungkinkan adalah dengan mengangkat atau menghancurkan sel kanker. Hal ini umum dilakukan apabila pengobatan yang bersifat paliatif untuk mengurangi gejala.


Pengobatan Kanker Serviks Stadium 2

Pada stadium 1, penderita kanker serviks dapat diberikan obat melalui prosedur bedah konservatif dimana wanita yang ingin menjaga kesuburan. Sementara pada kondisi lain maka dapat dilakukan dengan mengangkat seluruh organ serviks dan juga uterus. Apabila setelah dilakukan pembedahan, direkomedasikan untuk menunggu sekurang-kurangnya rentan waktu satu tahun untuk melakukan program kehamilan. Kemungkinan yang dapat terjadi pada stadium 1 adalah penyebaran kanker pada kelenjar getah bening pada tahap akhir stadium 1. Bahkan pembedahan lebih memungkinkan melakukan pengangkatan pada kelenjar getah bening dari uterus.

Tumbuh kembali kanker pada sisa serviks sangat langka meskipun demikian apabila kanker sepenuhnya diangkat dengan trachelectomy meskipun demikian pencegahan sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjut dan melakukan skrining pap smear. Pada gejala kanker stadium 2 awal maka dapat diobati dengan prosedur pengangkatan seluruh uterus. Sedangkan pada stadium lanjut yaitu stadium 2B hingga stadium 4B dengan menggunakan terapi kemoradiasi.

Pengobatan yang dilakukan pada kanker serviks tingkat keselamatan 5 tahun untuk kanker serviks tahap dini yaitu 92%. Sedangkan untuk kanker serviks stadium 1 maka 80-90% sedangkan pada 50-65% pada kanker stadium 2. Pada penderita kanker serviks stadium 3 hanya terjadi 25-35. Sedangkan pada stadium 4 sebesar 15%. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk skrining dan deteksi dini untuk membantu proses penyembuhan penderita kanker serviks.
Kesimpulan

Dengan demikian kanker serviks merupakan jenis kanker yang sangat mengancam wanita kedua setelah kanker payudara. Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus, perantara dari penyebaran virus dapat dari hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan. Selain itu pada pria dapat menjadi media untuk memindahkan virus dari penderita ke wanita lainnya melalui hubungan intim.

Kanker serviks dibedakan berdasarkan pengobatan dan penyebaran yaitu stadium awal, stadium lanjut dan stadium akhir. Pada stadium awal kanker jarang sekali ditemui, sedangkan pada tadium lanjut yaitu stadium 2 dan stadium 3, umumnya wanita penderita kanker serviks mengalami beberapa keluhan. Keluhan yang dialami oleh wanita yang mengalami kanker serviks memang sulit dibedakan dengan gejala penyakit yang berhubungan dengan reproduksi.

Pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan keluhan pada wanita yang berhubungan dengan alat reproduksi memang penting. Apalagi untuk kanker serviks, semakin ditemukan lebih dini maka pencegahan dapat dilakukan. Pemeriksaan dapat melalui berbagai cara, salah satunya dengan pap smear untuk mengetahui kondisi serviks. Apabila ditemukan infeksi HPV maka dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih sering sehingga membantu dalam pengobatan.

Pada stadium 2, apabila wanita dengan kanker serviks ditemukan pada stadium 2 maka dapat dilakukan beberapa tindakan. Salah satunya dengan melakukan pembedahan, mengangkat sel kanker yang berada di serviks selanjutnya apabila berada di stadium 2B atau lebih dari masa stadium tersebut maka dapat dilakukan kemoterapi bahkan dapat pula dilakukan kombinasi pengobatan secara oral dan kemoterapi. Dukungan dari lingkungan sangat diperlukan untuk membuat wanita dengan kanker serviks mampu melewati pengobatan yang diberikan oleh ahli medis dalam membantu mengurangi penyebaran sel kanker pada serviks.

Kanker Serviks Pada Wanita

Kanker Serviks Pada Wanita - Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.


Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 2x="" adalah="" adanya="" bahkan="" dalam="" dapat="" faktor="" font="" jangka="" kanker="" kb="" keturunan="" lain="" lama="" melahirkan.="" meningkatkan="" penggunaan="" penyebab="" pil="" resiko="" sangat="" sering="" serviks="" tahun="" terkena="" terlalu="" waktu="" yang="">


Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:

  • Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  • Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  • Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  • Mengalami sakit saat buang air kecil
  • Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  • Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Pencegahan Kanker Serviks

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:
  • Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
  • Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
  • Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
  • Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
  • Hindari berhubungan intim saat usia dini
  • Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
  • Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
  • Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
  • Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.
Meskipun demikian, jika anda sudah terdeteksi mengidap kanker serviks, maka ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan. Jika terdeteksi kanker serviks stadium awal, maka pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks tersebut dengan cara dilakukan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery)
 
Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut akan dilakukan pengobatan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, tiada lain kecuali dengan mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.

Kanker Serviks Gejala Awal

Kanker Serviks Gejala Awal - Mengenali ciri-ciri kanker servik sejak dini adalah salah satu langkah pencegahan lebih lanjut, apabila ternyata Anda sudah terlanjur mengidap penyakit kanker ini meskipun baru stadium awal. Pasalnya cara pencegahan yang paling awal tentunya adalah dengan selalu menjaga kesehatan tubuh, terutma di area kewanitaan. Khususnya para wanita, salah satu penyakit jenis kanker yang satu ini adalah penyakit yang sangat ditakuti dan dihindari. Hal ini dikarenakan kanker serviks sendiri termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi para wanita di dunia. Apa sebenarnya penyakit kanker servik ini? Sesuai dengan namanya, kanker ini menyerang di bagian servik atau mulut rahim. Dan tentu saja penyakit ini hanya bisa diderita oleh wanita saja. Di Indonesia sendiri cukup banyak penderita kanker servik, bahkan menurut data dari beberapa sumber dikatakan bahwa sepertiga penderita penyakit kanker di Indonesia adalah penderia kanker servik. Nah, untuk mengetahui tentang penyebab kanker servik, ciri ciri kanker serviks stadium awal, dan beberapa hal tentang kanker servik lainnya, simak ulasannya berikut ini.

Mengetahui Penyebab Utama Kanker Servik
Layaknya semua penyakit yang ada di dunia ini, pasti ada pemicu yang bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit tersebut. Nah, sebelum kita mengetahui apa saja ciri ciri kanker servik yang biasanya dialami oleh para penderita penyakit yang satu ini, Anda juga harus mengetahui apa penyebab utamanya. Tujuannya tentu saja untuk membuat para pembaca terutama para wanita bisa lebih waspada dan tidak sembarangan menjaga kesehatan organ kewanitaan agar tidak terkena kanker servik. Kanker yang satu ini menyerang di bagian leher rahim atau bagian pintu masuk ke rahim.

Untuk penyebab penyakit kanker servik sendiri, sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV). Akan tetapi untuk jenis virus HPV yang biasanya bisa mengakibatkan bagi para wanita yang menderita kanker servik adalah jenis virsus HPV tipe 16 dan 18. Penyakit ini harus diwaspadai, karena ternyata virus HPV penyebab kanker servik ini bisa menyebar dan berpindah-pindah tempat dengan sangat mudah. Virus ini bisa berpindah ke tempat lain melalui perantara cairan, bahkan dengan hanya sentuhan kulit antara individu yang satu dengan yang lainnya. Faktor lain yang biasanya menjadi penyebab terinfeksinya seseorang dengan Human Papilloma Virus ini adalah WC yang jarang dibersihkan atau tidak dibersihkan dengan baik. Virus tersebut bisa saja sudah bersarang di WC tersebut dan bisa menginfeksi orang yang menggunakan WC tersebut. Berbahaya sekali, bukan?

Akan tetapi bukan hanya itu saja yang bisa membuat orang menderita kanker servik dan berbagai gejala kanker servik. Kebiasaan yang kurang baik ternyata juga bisa menjadi salah satu penyebab seseorang terjangkit penyakit yang satu ini. Bagi Anda para perokok terutama wanita, Anda harus sangat waspada karena Anda cukup berpotensi mengalami gangguan kesehatan yang cukup mengerikan ini. Efek terburuknya adalah kematian, loh. Selain itu bagi orang-orang yang kekurangan asupan vitamin C dan E serta asam folat juga cukup berisiko terkena kanker servik. Lalu bagaimana ciri-ciri kanker servik yang biasanya dialami oleh penderitanya? Berikut penjelasannya.

Gambaran Secara Umum Mengenai Ciri-Ciri Kanker Servik
Jika Anda mengetahui berbagai ciri ciri kanker serviks stadium awal, Anda pasti bisa menangani penyakit tersebut sejak awal dan tidak akan menjadi lebih parah lagi. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang berbagai gejala penyakit yang satu ini, berikut penjelasannya.

Gejala kanker servik yang pertama mungkin adalah terjadinya perdarahan secara tidak normal pada organ kewanitaan Anda. Kondisi ini adalah gejala atau ciri fisik yang paling umum dialami oleh para wanita yang mnderita kanker servik. Di sini Anda harus bisa membedakan yang mana perdarahan karena menstruasi, perdarahan karena hubungan suami istri dan yang mana perdarahan yang terjadi secara tidak normal. Jika Anda merasakan bahwa perdarahan yang terjadi sudah tidak sewajarnya seperti yang biasa Anda alami, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Ciri-ciri kanker servik yang selanjutnya adalah biasanya penderita akan merasakan nyeri yang cukup mengganggu di bagian paggul. Apabila Anda merasakan nyeri pada bagian panggul tanpa alasan yang jelas, mungkin itu menjadi salah satu petanda gejala kanker servik. Gejala keputihan mungkin sudah sering dialami banyak wanita. Akan tetapi gejala ini akan cukup berbeda jika terjadi karena kanker. Jadi jika Anda mengalami keputiha, Anda harus mewaspadai gejala tersebut. Masih ada lagi beberapa ciri atau gejala penyakit kanker servik. Diantaranya adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat ketimbang kondisi biasanya. Jika Anda sedang dalam kondisi tidak hamil dan tiba-tiba Anda mengalami gejala ini, seperitnya Anda harus curigai sebagai bentuk tindak lanjut Anda supaya tidak terjadi penyakit yang parah nantinya. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk memastikan apa yang terjadi sehingga membuat frekuensi buang air kecil Anda meningkat.

Selain itu bagi Anda yang sudah bersuami, ciri-ciri kanker servik yang lain bisa Anda rasakan ketika Anda melakukan hubungan suami istri. Rasa nyeri akan muncul ketika Anda melakukan hubungan dengan pasangan Anda. Dan apabila rasa sakit tersebut sangat tidak wajar dan sangat mengganggu, itulah yang harus diwaspadai dan segera lakukan penanganan lebih lanjut. Bahkan masalah kanker ini juga isa membuat pencernaan Anda terganggu, loh. Biasanya akan ditandai dengan sembelit yang cukup parah dan rasa sakit saat BAB. Anda juga harus selalu menjaga kesehatan tubuh Anda supaya kondisi tidak semakin drop. Pasalnya penderita kanker servik biasanya akan mengalami penurunan napsu makan yang akan diikuti dengan turunnya berat badan, atau bahkan fisik yang mudah lelah.

Langkah Pencegahan Kanker Servik Sejak Dini
Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri kanker servik dan mengetahui betapa berbahayanya penyakit ini, diharapkan Anda bisa lebih waspada kedepannya. Anda juga harus lebih peduli dengan kesehatan Anda sendiri dengan melakukan langkah-langkah pencegahan kanker servik sejak dini. Tujuannya tentu untuk menghindari munculnya gejala kanker servik yang akan sangat mengganggu tentunya. Langkah mudah yang harus Anda lakukan tentu saja dengan selalu mengonsumsi makanan yang bisa memenuhi asupan gizi dan nutrisi harian tubuh Anda. Jagalah kondisi lingkungan dan juga kebersihan tubuh, terutama kebersihan area kewanitaan. Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok. Dan bagi Anda yang sudah berpasangan, sebaiknya setia dengan satu pasangan untuk melakukan hubungan suami istri.

Nah, jika Anda merasa sudah mengalami beberapa ciri-ciri kanker servik seperti yang tadi sudah kami jelaskan, segera periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Barangkali gejala tersebut ternyata memang gejala kanker servik yang harus segera ditangani. So, demikian informasi singkat kami mengenai ciri ciri kanker serviks stadium awal dan berbagai informasi lainnya tentang kanker servik. Semoga bermanfaat.

Obat Kanker Serviks Yang Ampuh

Obat Kanker Serviks Yang Ampuh - Kanker serviks/kanker mulut rahim merupakan kanker yang sangat ditakuti oleh semua wanita, termasuk yang sempat dialami artis dangdut papan atas Indonesia Julia Perez yang telah sembuh dari penyakit kanker serviks nya. Jadi apa yang dimaksud dengan Kanker Serviks itu ? Kanker Serviks merupakan sejenis kanker yang terbentuk di jaringan serviks (organ yang menghubungkan uterus dengan vagina). Hampir 99,7% kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) onkogenik yang menyerang leher rahim. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Kanker Serviks merupakan penyakit yang dapat menempati peringkat atas penyebab kematian perempuan yang ada di dunia, dan berdasarkan hasil penelitian bahwa Indonesia merupakan negara tertinggi jumlah penderita kanker nya dengan setiap tahun terdapat lebih dari 15.000 kasus kanker serviks yang menyerang Wanita Indonesia.

Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa penyebab dari kanker serviks yakni Infeksi Virus HPV dan bagaimana virus itu dapat masuk ke dalam tubuh kita ? Virus HPV bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui hubungan seksual, hubungan seksual sebelum usia 20 tahun dapat memicu kanker servika karena pada usia di bawah 20 tahun organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang dan seharusnya tidak terjadi kontak/rangsangan apapun dari luar karena dapat memicu perubahan sel menjadi tidak normal, Nikotin juga dapat memicu kanker serviks karena bila sel-sel mulut rahim telah teracuni nikotin dalam darah dapat memicu abnormalitas sel pada mulut rahim, dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dan tidak boleh sering juga menggunakan pembersih vagina karena dapat menyebabkan iritasi pada vagina.

Umumnya Kanker Serviks diderita dari umur belasan tahun dan baru dirasakan setelah umur 20-50 tahun. Pendeteksian kanker serviks memang lah sangat sulit terlebih karena gejala yang sukar dikenali dan baru akan terlihat bila telah mencapai stadium lanjut. Namun untuk mencegah hal-hal seperti itu anda harus mengetahui Gejala dari Kanker Serviks, seperti :

  • Pendarahan abnormal pada vagina. Pendarahan pada vagina mungkin bisa terjadi pada saat menstruasi, namun bila pendarahan terjadi setelah melakukan hubungan seksual, pendarahan tiba-tiba dan bukan pada masa menstruasi.
  • Nyeri panggul. Nyeri panggul yang sering muncul tiba-tiba tanpa disebabkan oleh kondisi lain dan aktivitas perlu diwaspadai.
  • Keputihan yang berlebihan
  • Keputihan yang tidak wajar merupakan salah satu gejala dari kanker serviks dan sering terjadi.
  • Gangguan pencernaan. Biasanya anda akan mengalami sembelit / susah buang air besar dan terasa seperti adanya benjolan sehingga menyebabkan sakit ketika sedang buang air besar.
  • Nafsu makan berkurang
  • Mudah Lelah
  • Sering buang air kecil dan kesulitan ketika buang air kecil
  • Nyeri ketika sedang berhubungan seksual


Mencegah kanker serviks bisa dilakukan dengan cara tidak berhubungan intim dengan banyak pasangan, melakukan vaksinasi HPV, memelihara kesehatan tubuh dan organ intim, menghindari rokok dan minuman beralkohol.Pencegahan dari mengenali Gejala Kanker Serviks sangat diperlukan untuk memberikan tingkat keselamatan dari kanker serviks. Dengan pengobatan yang tepat tingkat keselamatan untuk Kanker Serviks pada tahap dini mencapai 92%, 80-90% untuk kanker stadium 1, 50-65% untuk stadium 2, 25-35% untuk stadium 3 dan 15% untuk stadium akhir. Kanker Serviks pada stadium lanjur dapat merusak organ-organ tubuh lain nya seperti kandung kemih, ginjal, dan kanker pun dapat menyebar ke organ tubuh di dalam nya. Kanker Serviks dapat disembuhkan dengan pengangkatan rahim dan beberapa terapi tambahan seperti kemoterapi dan radiasi. Namun hal itu tidak menjamin 100% penderita sembuh secara maksimal. Kita yang berusaha dan hanya Tuhan Yang Maha Esa yang dapat menentukan.

Obat Kanker Serviks Stadium 4

Obat Kanker Serviks Stadium 4 - Sebelum mengetahui apa obat yang bagus utk mengobati penyakit kanker serviks, kenali dulu tentang kanker serviks?? Kanker serviks didiagnosis sebagai penyakit stadium IV umumnya terdeteksi dari pemeriksaan panggul abnormal atau gejala yang dihasilkan oleh kanker pasien. Setelah evaluasi pemeriksaan kanker serviks, kanker stadium IV dikatakan ada jika kanker telah melampaui serviks ke organ-organ yang berdekatan, seperti rektum atau kandung kemih (tahap IVA), atau kanker telah menyebar ke lokasi yang jauh dalam tubuh yang mungkin termasuk tulang, paru-paru atau hati (stadium IVB). Kanker serviks didiagnosa pada tahap ini seringkali sulit untuk mengobati, dan sebagian kecil pasien yang sembuh dari penyakit.

Berbagai faktor akhirnya mempengaruhi keputusan pasien untuk menerima pengobatan kanker. Tujuan menerima pengobatan kanker mungkin untuk memperbaiki gejala melalui kontrol lokal kanker, meningkatkan kesempatan pasien untuk sembuh, atau memperpanjang kelangsungan hidup pasien. Potensi manfaat menerima pengobatan kanker harus lebih berhati-hati dan juga seimbang dengan potensi risiko menerima pengobatan kanker.
Berikut ini adalah gambaran umum dari pengobatan stadium IV kanker serviks. Akhirnya dapat mempengaruhi bagaimana prinsip-prinsip pengobatan umum ini diterapkan untuk situasi penderita kanker stadium 4.

Kebanyakan pengobatan baru yang dikembangkan dalam uji klinis. Uji klinis studi yang mengevaluasi efektivitas obat baru atau strategi pengobatan. Perkembangan pengobatan kanker yang lebih efektif mensyaratkan bahwa terapi baru dan inovatif dievaluasi dengan pasien kanker. Partisipasi dalam uji klinis mungkin menawarkan akses ke pengobatan yang lebih baik dan memajukan pengetahuan yang ada tentang pengobatan kanker ini. Uji klinis yang tersedia untuk sebagian besar tahap kanker. Pasien yang tertarik untuk berpartisipasi dalam uji klinis harus mendiskusikan risiko dan manfaat dari uji klinis dengan dokter mereka. Untuk memastikan bahwa penderita dapat menjalani pengobatan dengan semestinya.

Pasien yang didiagnosis dengan stadium IV kanker serviks dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pasien dengan penyakit yang terbatas secara lokal, tetapi melibatkan organ-organ yang berdekatan di panggul, seperti rektum dan kandung kemih, kondisi lokal stadium IVA kanker serviks.
Pasien lain memiliki penyakit yang telah menyebar ke organ jauh, paling sering tulang, paru-paru atau hati, dan memiliki stadium metastasis IVB kanker serviks. Pengelolaan pasien dengan penyakit stadium IVB metastatik ditujukan untuk mengendalikan gejala dan rasa sakit. Setelah menjalani pengobatan untuk kanker serviks, dokter akan terus mengikuti Anda untuk memeriksa untuk melihat bahwa kanker belum kembali atau tidak mengalami kemajuan.

Pengobatan Kanker Serviks Localized Tahap IVA
Tahap IVA kanker serviks saat terbaik dikelola oleh kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi. Terapi radiasi adalah pengobatan dengan energi tinggi sinar-x yang memiliki kemampuan untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi dapat diberikan oleh sebuah mesin yang bertujuan sinar-x di tubuh (radiasi sinar eksternal) atau dengan menempatkan kapsul kecil bahan radioaktif langsung dekat leher rahim (radiasi internal maupun implan). Kebanyakan pasien akan menerima kedua jenis terapi radiasi selama pengobatan mereka. Terapi radiasi sinar eksternal untuk kanker serviks diberikan pada pasien rawat jalan selama sekitar 4 sampai 6 minggu.

Selama atau segera setelah bagian sinar eksternal terapi radiasi, pasien juga dapat menjalani prosedur implan radiasi. Menempatkan radiasi dalam serviks memungkinkan dosis tinggi radiasi untuk disampaikan kepada kanker sekaligus mengurangi radiasi pada jaringan normal di sekitarnya dan organ. Selama prosedur di ruang operasi, perangkat kecil ditempatkan ke dalam leher rahim dan juga pada bagian vagina dan kemudian dilakukan dengan bahan radioaktif. Bahan radioaktif yang tersisa di tempat sementara pasien tetap di rumah sakit selama 1-3 hari. Proses ini dapat dilakukan sekali atau dua kali selama pengobatan.

Strategi pemberian kemoterapi bersamaan dengan pengobatan radiasi akan membantu karena kemoterapi dan terapi radiasi dapat bertindak bersama-sama untuk meningkatkan pembunuhan sel kanker. Kemoterapi juga dapat merusak sel-sel independen dari terapi radiasi. Beberapa studi klinis yang dilakukan pada pasien dengan kanker serviks maju lokal memanfaatkan kemoterapi dan terapi radiasi bersamaan telah menyarankan bahwa strategi ini dapat meningkatkan tingkat remisi dan memperpanjang kelangsungan hidup. Untuk definitif menentukan apakah terapi radiasi diberikan dengan kemoterapi bersamaan lebih unggul terapi radiasi saja, beberapa studi klinis yang dirancang untuk secara langsung membandingkan dua perlakuan pada pasien dengan kanker serviks stadium lanjut.

Satu uji klinis penting yang dilakukan oleh berbagai kelompok onkologi di Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa terapi radiasi dikombinasikan dengan kemoterapi untuk kanker serviks stadium lanjut lebih unggul pengobatan dengan terapi radiasi saja. Bahkan pasien dengan stadium III atau IVA kanker serviks mengalami tingkat ketahanan hidup 5 tahun dari 63% dibandingkan dengan 57% untuk pasien yang diobati dengan terapi radiasi saja. Kemungkinan kambuhnya kanker adalah 42% untuk pasien yang diobati dengan kemoterapi dan terapi radiasi dibandingkan dengan 62% bagi mereka yang diobati dengan terapi radiasi saja. Kemoterapi bersamaan dan terapi radiasi ditoleransi dengan baik kecuali untuk efek samping gastrointestinal dan hematologi kecil, yang reversibel.

Penelitian lanjutan sedang berlangsung untuk menentukan apakah obat kemoterapi tambahan atau dosis radiasi dapat meningkatkan hasil pasien dengan kanker serviks lanjut secara lokal. Setidaknya empat studi klinis telah mengkonfirmasi bahwa pengobatan kanker serviks stadium lanjut dengan kemoterapi dan terapi radiasi Platinol yang berbasis bersamaan lebih unggul terapi radiasi saja.

Pengobatan Kanker metastatik Tahap IVB Serviks
Kanker serviks yang telah menyebar ke organ jauh dan tulang sulit untuk mengobati. Secara historis, pasien dengan metastasis kanker serviks telah dianggap tidak dapat disembuhkan dan jarang bertahan lebih dari satu atau dua tahun. Beberapa pasien yang ditawarkan pengobatan dengan kemoterapi untuk tujuan memperpanjang durasi mereka bertahan hidup dan mengurangi gejala dari kanker progresif. Pasien lain dikelola dengan upaya untuk mengurangi rasa sakit atau perdarahan, termasuk terapi radiasi lokal untuk bagian yang terkena tubuh.
Tidak ada yang baik pendekatan kemoterapi tunggal yang dapat meningkatkan panjang kelangsungan hidup pada pasien dengan metastasis kanker serviks. Sayangnya, kemoterapi ini biasanya bekerja untuk hanya beberapa bulan sebelum kanker serviks mulai tumbuh lagi. Kebanyakan pasien masih menyerah pada kanker dan strategi pengobatan yang lebih baik jelas diperlukan.

Strategi untuk Meningkatkan Perawatan
Kemajuan yang telah dicapai dalam pengobatan kanker serviks telah dihasilkan dari pengembangan pengobatan yang lebih baik pada pasien dengan lebih stadium lanjut kanker dan partisipasi dalam uji klinis. Sementara beberapa kemajuan telah dibuat dalam pengobatan kanker serviks metastatik, mayoritas pasien masih menyerah pada kanker dan strategi pengobatan yang lebih baik jelas diperlukan. Kemajuan di masa depan dalam pengobatan kanker serviks akan hasil dari partisipasi lanjutan dalam uji klinis yang tepat. Saat ini, ada beberapa daerah eksplorasi aktif yang bertujuan untuk meningkatkan pengobatan kanker serviks.

Mendukung Perawatan
Perawatan suportif mengacu pada perawatan yang dirancang untuk mencegah dan mengendalikan efek samping kanker dan pengobatannya. Efek samping tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan pasien, tetapi juga dapat mencegah pengiriman optimal terapi pada dosis dan jadwal yang direncanakan. Untuk mencapai hasil yang optimal dari pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup, sangat penting bahwa efek samping akibat kanker dan pengobatannya secara tepat dikelola. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Perawatan Pendukung.

Teknik Radiasi
Terapi radiasi sinar eksternal dapat disampaikan lebih tepat untuk leher rahim dengan menggunakan CT scan khusus dan menargetkan komputer. Kemampuan ini dikenal sebagai terapi radiasi konformal tiga dimensi, atau 3D-CRT. Penggunaan 3D-CRT muncul untuk mengurangi kemungkinan cedera struktur tubuh terdekat, seperti kandung kemih atau rektum.

Terapi biologis
Terapi biologik yang terjadi secara alami atau disintesis zat yang mengarahkan, memfasilitasi atau meningkatkan pertahanan kekebalan tubuh normal. Tujuan dari terapi biologis adalah memiliki sendiri serangan pertahanan kekebalan pasien dan menghancurkan sel-sel kanker. Terapi biologis termasuk interferon, interleukin, antibodi monoklonal dan vaksin. Dalam upaya untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, ini dan agen lainnya sedang diuji sendiri atau dalam kombinasi dengan kemoterapi dalam uji klinis.

Tahap I Ujian
Obat kemoterapi baru terus dikembangkan dan dievaluasi pada pasien dengan kanker berulang dalam fase I uji klinis. Tujuan dari fase I percobaan adalah untuk mengevaluasi obat baru untuk menentukan keamanan dan tolerabilitas obat dan cara terbaik untuk pemberian obat kepada pasien.

Obat Kanker Serviks Stadium Lanjut

Obat Kanker Serviks Stadium Lanjut - Selamatkan Hidup Anda, istri, Tetangga, Rekan Atau Saudara Anda Dari Yang Namanya Penyakit Kanker Serviks Stadium Lanjut Sekarang Juga, Karena Mungkin Saja Besok Anda Sudah Terlambat !!

Bagi anda yang saat ini menderita penyakit kanker serviks stadium lanjut dan anda sedang mencari pengobatan herbal alami yang benar-benar terbukti ampuh dan aman atasi kanker serviks stadium lanjut tanpa melakukan operasi? Kini kami hadirkan obat kanker serviks stadium lanjut ace maxs yang telah terbukti ampuh dan tuntas menumpas sel kanker sampai ke akar-akarnya tanpa manimbulkan efek samping atau ketergantungan terhadap penggunanya.

Sekilas Tentang Penyakit Kanker Serviks

Ciri Ciri Wanita Yang terkena Kanker Serviks. Didunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks. Sementara ketidaktahuan para wanita akan ancaman kanker serviks juga turut membantu banyaknya wanita meninggal akibat penyakit kanker serviks ini.
Menurut survei dengan melibatkan 5.423 wanita Asia yang dilakukan pada 9 negara, termasuk indonesia, terbukti hanya 2% wanita yang mengetahuibahwa infeksi HPV (Human Papillomavirus) merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyabab kanker serviks masih sangat minim sekali.
Ditemui di acara Seminar/Workshop – Deteksi Dini & Penanggulangan Kanker Pada Anak & Perempuan di Kuningan, Minggu (03/05), Dr. Laila Nuranna, dr.SpOG(k), Kepala Divisi Onkologi Ginkologi Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSCM mengatakan, masyarakat awam yang sering ia temui masih belum memahami perbedaan kanker pada leher rahim dan kanker serviks.


Ciri-ciri atau gejala berikut bisa menjadi petunjuk terhadap wanita apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
  • Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  • Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  • Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  • Mengalami sakit saat buang air kecil
  • Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  • Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.


Obat Kanker Serviks Stadium Lanjut

Pengobatan kanker serviks dengan menggunakan bahan herbal alami akan jauh lebih baik tanpa meimbulkan efek samping atau ketergantungan terhadap penggunnya.

Kami de Nature Indonesia hadir dengan produk herbal untuk pengobatan kanker, kapsul daun sirsak (ZIIRZAX) dan kapsul keladi tikus (Typhogell) membantu anda dalam melawan penyakit kanker yang anda derita.


ZIRZAK De Nature 

adalah sebuah produk terbaik yang sudah di buktikan oleh ratusan orang dan sudah banyak membantu pasien kanker terhindar dari operasi yang biayanya cukup mahal. Selain biaya mahal, hal yang paling penting adalah “anda tidak perlu kehilangan organ penting dari tubuh anda”. Dengan operasi, pada umumnya anda akan kehilangan beberapa organ tubuh anda, misalkan jika itu kanker payudara, maka secara otomatis payudara akan di angkat. Dengan pengobatan kanker alternatif tentu tidaklah demikian, herbal akan bekerja membentuk immunitas dan melawan kanker secara alami, sehingga dengan pelan-pelan jaringan kanker bisa di hentikan dan bisa di sembuhkan.

Kasiat sirsak dalam membasmi kanker:
Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.


Keladi tikus Mujarab Basmi Kanker

Dr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Obat Kanker Serviks Alami

Obat Kanker Serviks Alami - Ada banyak sekali jenis kanker yang ada di dunia. Banyak orang yang sudah meninggal karena mengidap penyakit yang satu ini. Salah satu jenis kanker yang cukup berbahaya adalah kanker serviks.

Nama lain dari kanker ini adalah kanker mulut rahim. Sekarang ini banyak sekali wanita Indonesia yang terkena penyakit ini. Umumnya banyak wanita yang tidak mengerti terjangkit kanker serviks karena kurangnya pengetahuan akan penyakit ini. Pemerintah harusnya ikut turun tangan karena banyak sekali wanita Indonesia yang terserang penyakit ini.


Obat Herbal Kanker Serviks

Kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau biasa disebut dengan HPV. Virus ini menyerang mulut rahim. Selain virus tersebut penyakit ini jua bisa diakibatkan oleh kondisi organ intim yang tidak bersih. Ada banyak sekali obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini. Salah satu obat yang bisa Anda coba adalah obat herbal kanker serviks.


Obat herbal untuk kanker serviks bisa Anda buat dengan menggunakan kulit buah manggis. Kulit buah yang satu ini memiliki banyak antioksidan yang bisa membunuh sel kanker. Anda bisa mengkonsumsi obat herbal ini secara langsung. Banyak orang yang tidak tahan dengan rasa pahit yang dimiliki oleh kulit buah manggis. Untuk mengurangi rasa pahit yang ada Anda bisa membuat kulit buah manggis menjadi segelas jus yang segar.


Cara Mengobati Kanker Serviks

Cara mengobati kanker serviks dengan menggunakan pengobatan medis juga diminati saat ini. Akan tetapi pengobatan medis membutuhkan biaya yang mahal. Jika kanker serviks sudah dalam tahap yang kronis maka tidak ada tindakan lain yang bisa dilakukan selain mengangkat rahim.

Apabila rahim sudah diangkat seorang wanita tidak akan bisa hamil. Banyak orang yang menghindari tindakan operasi. Padahal, sebagian besar wanita Indonesia umumnya mengetahui terkena kanker rahim jika kondisinya sudah parah dan tidak ada tindakan lain yang bisa dilakukan selain mengangkat rahim.


Pencegahan Kanker Serviks

Agar Anda tidak terkena kanker ini maka Anda harus melakukan pencegahan kanker serviks. Ada banyak pencegahan kanker yang dapat Anda lakukan salah satunya adalah dengan rajin membersihkan organ intim.

Cara pencegahan yang satu ini sangat efektif. Jika organ intim bersih akan membuat rahim menjadi sehat dan tidak terkena kanker. Sekarang ini banyak wanita yang malas untuk membersihkan organ intimnya karena tidak mengerti pentingnya kebersihan organ intim.

Pencegahan kanker serviks lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan hubungan yang benar. Sekarang ini banyak pasangan suami istri yang tidak mengerti hubungan yang baik dan benar.

Padahal, hubungan yang tidak benar bisa memicu serviks. Akan lebih baik seorang wanita rutin memeriksakan kondisi rahimnya ke dokter. Dengan cara yang satu ini jika kanker serviks menyerang dapat terdeteksi secara cepat. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Obat Kanker Serviks

Obat Kanker Serviks - Satu lagi momok menakutkan yang harus diwaspadai kaum wanita, kanker serviks (kanker leher rahim), dimana jenis kanker dengan insiden tinggi ini, merupakan penyebab kematian utama akibat kanker di Indonesia, dengan kemunculan sekitar 15.000 kasus per tahun. Kematian akibat kanker serviks diperkirakan terjadi pada satu orang di Indonesia setiap jam. Sedangkan, di seluruh dunia, ada satu orang yang meninggal setiap 2 menit akibat kanker serviks.
kanker serviks, penyakit kanker serviks, kanker leher rahim, kanker rahim


Apa itu Penyakit Kanker Serviks?

Kanker serviks atau kanker rahim, berdasarkan namanya pastinya Anda tahu kalau kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang kaum wanita. Butuh waktu yang lama, 10 hingga 20 tahun untuk menjadi penyakit kanker. Pada awalnya hanya sebuah infeksi biasa yang ada pada organ reproduksi wanita sehingga sulit untuk terdeteksi apakah itu benar-benar penyakit kanker serviks atau penyakit biasa.

Banyak kasus kanker serviks yang agak terlambat diketahui, kebanyakan ditemukan ketika telah sampai pada tahap yang sedang selain itu penyakit ini menunjukan gejala yang berbeda pada wanita satu dengan wanita lainnya. Sehingga wanita perlu waspada terhadap penyakit kanker serviks ini terutama pada ciri-ciri awal atau gejala awal yang ditimbulkan.


Gejala Penyakit Kanker Serviks
Penyakit kanker serviks pada wanita hampir 90 persennya dipicu oleh Human Papilloma Virus atau HPV khususnya HPV 16 dan HPV 18. Karena kanker serviks ini agak sulit ketika didagnosa maka mengenali gejala-gejala yang timbul bisa dijadikan sebagai tindakan pencegahan.

Apa Sajakah Gejala Awal Penyakit Kanker Serviks? Berikut ini merupakan gejala kanker serviks :
  • Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah. 
  • Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  • Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  • Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  • Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  • Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
  • Nyeri di daerah panggul.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.


Faktor Resiko Kanker Serviks

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita relatif lebih berisiko terkena kanker serviks adalah:
  • Hubungan seksual pertama kali saat usia muda
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Infeksi menular seksual
  • Angka kehamilan tinggi
  • Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang
  • Komplikasi Akibat Kanker Serviks
  • Diagnosa Kanker Serviks
  • Sebagian besar kasus kanker serviks ditemukan pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh karena tidak didapatkannya gejala pada stadium awal yang membuat pasien wanita tidak waspada.


Cara mendiagnosis adalah dengan memeriksakan secara teratur kondisi organ reproduksi ke dokter. Sangat disarankan bagi wanita yang telah menikah atau telah aktif secara seksual, untuk secara teratur (setahun sekali) melakukan screening dengan metode pap smear.


Cara Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini

Melaksanakan upaya pencegahan terhadap kanker serviks adalah hal yang wajib dilakukan oleh semua wanita, termasuk Anda. Oleh sebab itu, pentingnya wawasan mengenai cara mencegah kanker serviks sedini mungkin haruslah Anda dapatkan. Berikut ini bisa Anda jadikan khazanah penambah wawasan mengenai langkah pencegahan kanker serviks.

1. Melaksanakan tes papsmear secara berkala
Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang risiko Anda terjangkit kanker serviks seberapa besar. Dengan melakukan tes papsmear secara rutin (setahun biasanya tiga kali), maka upaya pencegahan lain yang hendak dilakukan secepat mungkin bisa diketahui lebih awal.

2. Vaksin HPV
Memvaksinasi tubuh sangat baik dilakukan untuk mencegah datangnya infeksi. Anda bisa kunjungi dokter untuk meminta vaksin HPV, serta tanyakan pula pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang menjadi ancaman besar bagi wanita ini.

3. Tidak berganti-ganti pasangan
Ingat, ini Indonesia, Anda harus menjaga etika dan harus tahu etiket dalam berhubungan, jangan mengikuti kebiasaan orang asing, tidak baik.

Bergonta-ganti pasangan merupakan penyebab munculnya kanker serviks pada sebagian wanita yang tertular saat berhubungan seksual dengan risiko paling rentan. Terlebih jika mereka yang sama-sama tidak tahu bahwa pasangan atau mungkin dirinya sendiri memiliki virus HPV. Untuk itu, cukup satu memilih pasangan agar hidup jauh lebih nyaman.

4. Masih muda, jangan pacaran dulu
Pacaran hanya memancing nafsu akan hubungan seksual. Para pembaca yang masih muda, ingatlah bahwa Anda terlahir sebagai wanita dimana satu-satunya harta paling berharga adalah kehormatan. Kehormatan Anda hanya sekali, dan jangan biarkan dirusak dengan pacaran yang menyia-nyiakan.

Ada baiknya Anda menunggu usia matang dan pengesahan untuk melakukan hubungan seksual yang aktif. Dengan begini Anda akan jauh dari kata haram. Dikatakan seperti ini juga berkaitan dengan hasil penelitian yang mengungkap bahwa wanita muda yang aktif secara seksual memiliki risiko terkena kanker serviks lebih tinggi.

Pengobatan kanker serviks
Bila Anda divonis terkena kanker serviks, jangan takut, berikut beberapa pilihan terbaik pengobatan kanker serviks yang tersedia saat ini, secara medis maupun alternatif. Faktanya, kanker serviks bisa disembuhkan dengan pengobatan dan perawatan yang benar.


Pengobatan Kanker Serviks Konvensional

Sampai saat ini, metode utama pengobatan kanker serviks konvensional, masih bertumpu pada metode operasi dan radioterapi. Pasien kanker serviks biasanya akan disodorkan pada pilihan operasi guna membersihkan lesi kanker dalam serviks.

Pada kasus-kasus tertentu, terutama pada kasus stadium lanjut, pengobatan akan dilanjutkan dengan radioterapi guna memastikan bahwa tidak ada sel kanker yang tersisa dalam tubuh.

Efek samping yang dapat timbul pasca menjalani metode-metode tersebut, bisa jadi berupa resiko infeksi, gangguan fungsi buang air kecil akibat infeksi kandung kemih, dll. Tentu saja, proses pemulihan pada pasien kanker serviks yang menjalani metode pengobatan konvensional ini akan lebih panjang.

Beruntung bagi mereka yang dapat mencicipi teknologi terbaru pengobatan kanker serviks berupa cyrosurgial therapy dan penanaman radiopartikel, dimana bentuk terapi ini dirancang guna membasmi kanker tanpa mengorbankan kualitas hidup pasien. Sayangnya, biaya yang harus Anda persiapkan guna mendapatkan bentuk terapi ini relatif besar, tempatnya pun berada di luar negeri.

Pengobatan kanker serviks dengan Herbal

Kami de Nature Indonesia hadir dengan produk herbal untuk pengobatan kanker, kapsul daun sirsak (ZIIRZAX) dan kapsul keladi tikus (Typhogell) membantu anda dalam melawan penyakit kanker yang anda derita.



ZIRZAK De Nature adalah sebuah produk terbaik yang sudah di buktikan oleh ratusan orang dan sudah banyak membantu pasien kanker terhindar dari operasi yang biayanya cukup mahal. Selain biaya mahal, hal yang paling penting adalah “anda tidak perlu kehilangan organ penting dari tubuh anda”. Dengan operasi, pada umumnya anda akan kehilangan beberapa organ tubuh anda, misalkan jika itu kanker payudara, maka secara otomatis payudara akan di angkat. Dengan pengobatan kanker alternatif tentu tidaklah demikian, herbal akan bekerja membentuk immunitas dan melawan kanker secara alami, sehingga dengan pelan-pelan jaringan kanker bisa di hentikan dan bisa di sembuhkan.

Kasiat sirsak dalam membasmi kanker:
  • Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
  • Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
  • Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.


Keladi tikus Mujarab Basmi Kanker
Dr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.


Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda.

Ada beberapa pertanyaan yang biasanya muncul pada penderita kanker misalkan, “Apakah dengan mengkonsumsi produk herbal mampu atau lebih baik dari pengobatan modern?” Jawabannya adalah: “Tergantung pada pola pikir anda”. Sebaik apapun obat yang anda konsumsi, jika anda berpikir “Saya tidak mungkin sembuh”, maka 99% anda tidak akan sembuh. Maka mulailah dari sekarang untuk membangkitkan energi positif dan pikiran positif untuk melawan penyakit anda. Karena dengan diawali dengan sugesti yang baik, maka herbal kamipun akan bekerja secara maksimal. Kemudian pertanyaan berikutnya adalah, “Apakah produk kami sudah ada yang membuktikan?”

Ternyata dari hasil penelitian diatas, produk kami bekerja sangat baik dan tentunya semua kesembuhan yang berasal dari Tuhan.